Rabu, 08 September 2021, 09:04 WIB

Kenapa Sandiaga S Uno Tidak Ada di Baliho?

Kenapa Sandiaga S Uno Tidak Ada di Baliho?

Parwainstitute.id - Ramainya pemasangan baliho beberapa calon yang akan maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menjadi diskursus di tengah masyarakat. Sejumlah pengamat politik pun membahas ihwal Sandiaga Salahudin Uno yang tak menerapkan strategi tersebut.

 

Pembahasan tersebut bertajuk 'Mengapa Sandiaga S Uno Tidak Ada di Baliho?'. Diskusi digelar secara daring oleh Parwa Institute, Sabtu (4/9/2021).

 

Salah satu narasumber sekaligus pengamat politik, Hadi Suprapto mengatakan, strategi pemasangan baliho sudah tidak tepat bagi seorang Sandiaga Uno. Sebab, menurutnya, Sandiaga Uno sudah sadar bahwa posisi eksistingnya sudah kuat.

 

"Dia itu pemain lama, terutama sempat menjabat sebagai Wakil Gubernur di DKI Jakarta, lalu maju Pilpres 2019 dan kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di kabinet. Dia sudah sadar bahwa posisi eksistingnya sudah kuat," ujar Hadi.

 

Lebih lanjut, Hadi menilai peluang Sandiaga Uno untuk maju ke Pilpres 2024 cukup terbuka lebar. Terlebih, Karena kesukaan rakyat terhadap sosok Sandiaga Uno Paling tinggi di semua survei.

 

Bahkan diperkirakan jika Prabowo tidak ikut dalam kontestasi tersebut maka Partai Gerindra Bisa saja mendorong Sandiaga Uno Sebagai Capres 2024.

 

"Apalagi kalau Prabowo tidak ikut, maka Gerindra akan dorong Sandiaga Uno. Karena dia yang paling potensial dan termasuk pemain lama, muda, energik, santun serta Disukai emak-emak," ucapnya.

 

Hadi menyampaikan, baliho bukanlah alat nomor satu untuk menaikkan popularitas. Menurut dia, baliho dianggap kurang efektif di desa-desa. "Baliho bukan alat nomor satu untuk menaikkan popularitas. Apalagi baliho kurang efektif, karena cuma bisa efektif di wilayah strategis seperti pusat kota. Sedangkan untuk desa-desa belum tentu efektif," kata Hadi.

 

Dalam kesempatan sama, Direktur Eksekutif Parwa Institute, Muh. Jusrianto juga menanggapi ihwal strategi Sandiaga Uno yang tak menggunakan baliho sebagai alat menaikkan popularitas. Justrianto menyebut Sandiaga Uno sedang memaksimalkan jabatan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Menparekraf.

 

"Saya melihat Sandi hari ini mencoba untuk bagaimana memaksimalkan dirinya menjalankan tugas dan tanggung jawabnya," kata Jusrianto.

Berdasarkan suvei elektabilitas yang dilakukan lembaga Indonesia Political Opinion pada 15 Agustus 2021, ia menegaskan Sandiaga masih berada di posisi ketiga secara ektabilitas dengan jumlah 13,5 persen. Sedangkan, di Cartapolitika survey pada 8 Agustus 2021, posisi Sandiaga menempati urutan keempat dengan angka 7,7 persen.

 

"Terkait tokoh-tokoh yang tidak melakukan start awal meningkatkan elektabilitas atau popularitas, perlu kita apresiasi. Karena tahun ini belumlah tahun politik. Kita tahu Bung Sandi masih tetap berada di lima survei ektabilitas lembaga survei," katanya.

 

Diruang yang sama, Penulis Buku Sandiaga di Mata Milenial Haris Samsudin menekankan bahwa yang harus dicermati bersama, Perang Baliho ini sebetulnya bagus buat mereka tapi sebetulnya juga merugikan mereka yang terlibat dalam perang baliho, terbukti setelah muncul perang Baliho.

 

“Itu sebetulnya publik justru memberikan sentiment negatif terhadap mereka, banyak yang kemudian mengecam dengan menyatakan bahwa ini situasinya kurang pas, Pilpres masih jauh dan sekarang adalah situasi Pandemi, masyarakat seluruh Indonesia masih berduka, ini orang lagi dilanda musibah bencana Nasional, kenapa politisi tidak sibuk mengumpulkan energi untuk mengatasi pandemic? tapi justru malah mengambil start untuk menyambut momentum 2024 yang sebetulnya relatif masih cukup jauh,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan Sandi sebagai salah satu tokoh yang potensial maju dalam pertarungan Pilpres 2024 sampai sekarang tidak memasang Baliho karena Sandi professional sebagai menteri. Sandi, katanya, merupakan sosok fenomenal dalam rentetan tahun politik yang tiba-tiba muncul seperti di Pilkada DKI dan Pilpres 2019.

 

“Saya justru melihatnya selain Sandi merasa aman, juga saya melihat sosok Sandi sebagai sosok Professional, dan ini juga saya selalu tekankan dalam beberapa tulisan saya bahwa sosok Sandi ini sosok yang istimewa selain fenomenal karena dia cukup menghebohkan publik dengan pertama kali muncul didalam panggung politik mulai dari Wakil Gubernur DKI kemudian naik menjadi calon wakil presiden bersama Prabowo,” lugasnya.

 

“Saya kira sandi adalah salah satu fenomena yang memang cukup menyita perhatian publik bahwa selain dia New Commers dalam dunia politik, saya katakana new commers karena dia dari awal bukan seorang politisi, dia tidak besar dalam didikan partial, dan tiba-tiba dia masuk di dalam arena politik dan cukup mendapat keuntungan didalam kontestasi elektoral sebelumnya. Dan itu saya kira menjadi kelebihan dari Sandiaga S Uno itu sendiri,” pungkasnya.

Share