Kamis, 21 Oktober 2021, 14:42 WIB

Demokrat: Jangan Sekali-Kali Food Estate Jadi Mainan Politisi

Demokrat: Jangan Sekali-Kali Food Estate Jadi Mainan Politisi

Parwainstitute.idFood estate dirancang untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi para produsen pangan skala kecil yang selama ini masih terpinggirkan baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Kalau kita coba amati bersama korporasi terus begitu meninggi ditengah pandemi, sementara komunitas petani kecil berusaha bertahan dan membantu menyelesaikan masalah kerawanan pangan dengan memberikan hasil pertanian pada mereka yang membutuhkan sejak masa awal pandemi.

 

Terkait dengan ketahanan pangan nasional, Sarjan Tahir, Politisi Partai Demokrat, menjelaskan beberapa catatan terkait kondisi dan perkembangan ketahanan pangan nasional dan program food etate dalam program Bioskop Politik (BIOTIK) bertema “Ketahanan Pangan Nasional: Apa Kabar Food Estate? Pada 18 Oktober 2021. Berikut penjelasan lengkap dari Eks-Anggota DPR RI Periode 2004-2009.

 

Food Estate ini saya katakatan masih jauh yang dilihat sehingga mereka cenderung menata yang sudah ada. Ini menjadi catatan bahwa food estate ini mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, kenapa demikian? Tentu kita paham bahwa food estate, ini salah satu solusi yang baik untuk menambah produksi pangan kita karena ada perluasan lahan.

 

Prof. Achmad Subagio katakana bahwa kita mengalami secara massif alih fungsi lahan pangan walaupun kita sudah ada undang-undang yang sudah mengatur itu tapi tidak berhenti, seperti merokok dilarang merokok tapi semakin tinggi perokok itu. Jadi saya melihat bahwa memang betul-betul food estate punya handicap yang sangat tinggi tapi jika itu dilakukan secara serius, fokus dan betul-betul bisa menghasilkan yang terbaik.

 

Food estate ini setidaknya kita bisa menjawab solusi dari ancaman kirisis pangan secara global dan ini setidaknya bisa menciptakan lapangan kerja. Mungkin belasan tahun baru kita lihat konkritnya hasil dari food estate ini, tapi setidaknya ada gerakan di lapangan yang bisa menciptakan lapangan kerja, apakah petani sudah mulai asal mereka diperlakukan betul-betul aktif bukan jadi penonton sehingga ini harus didorong.

 

Kedua, food estate jangan hanya dilihat hanya sebatas konsep pada pangan secara luas tetapi harus difokuskan mana komuditas-komuditas strategis, bila memang kita anggap beras perlu difokuskan, itu saja kita kendalikan.

 

Tentu menjadi catatan seberapa besar alih fungsi lahan, berartikan kita semakin terdegradasi produksi kita di lapangan, terus kita melawan atau menjawab dengan meningkatnya produksi pangan kita. Inilah yang saya katakan serius harus dilakukan perencanaan terhadap food estate ini, kenapa sampai melibatkan lintas kementerian? Setidaknya jika tidak hati-hati, inikan lahan gambut, inikan lahan hutan alam yang dimanfaatkan. Kalau itu yang digunakan berarti kita sudah siap untuk menjawab apakah setelah perbaikan melalui food estate menimbulkan suatu masalah baru terhadap lingkungan.

 

Saya khawatir kalau ini gagal, lantas dipaksakan, maka ini akan dicermati oleh para korporasi yang main di sawit dan sebagainya, mereka bilang tunggu saja nanti ini akan gagal nih food estate, kemana nanti? Mereka nanti akan main lagi diperkebunan sawit. Terus kemudian yang kedua soal perambah hutan, setidaknya di Kalimantan Tengah 600 Ha, kita sudah mengurangi oksigen, kita sudah menimbulkan terhadap banjir dan lain-lain, terus lantas kita tidak sukses disitu, sangat disayangkan.

 

Itu harus menjadi perhatian teman-teman khususnya yang di Senayan karena ada fungsi pengawasan dan kita berbicara malam ini lengkap dengan teman-teman dari Parpol. Kita harus mendorong supaya pengawasan ditingkatkan terhadap kegiatan food estate. Pertama, bahaya-bahaya akan dampak pelaksanaan di lapangan. Kedua, bagaimana pemberdayaan masyarakat local, kan sederhana, jika food estate ini dilihat dari indikator suksesnya, apakah masyarakat disitu semakin meningkat kesejahteraannya? Apakah masyarakat setempat semakin meningkat pemahamannya dan sebagainya?.

 

Untuk pelaksanaannya, food estate ini yang begitu serius harus dilakukan, jangan main-main. Kenapa? Karena ini akan memberikan dampak yang luar biasa kerugiannya bagi negara karena dibiayai oleh APBN dan juga dampaknya kepada kekecewaan masyarakat yang pasti akan mengganggu secara psikologis. Jika ini didorong, bagus juga untuk membangun kampung-kampung petani, kami dari Partai Demokrat juga bangun kampung-kampung petani. Itu secara konkrit menyatukan teman-teman kelompok dan terus apa sarana prasaran yang bisa kita support. Jadi kita sebagai intermediator yang baik, ini yang perlu, dan saya bayangkan jika semua partai-partai politik melakukan itu maka itu akan baik.

 

Kedua, kebijakan yang harus ditelurkan dari sana, fungsi pengawasan terhadap alih fungsi lahan saja UU No. 41 tentang Kehutanan, jika itu serius dicermati dan betul-betul diberikan dampak/ funish yang berat bagi kepala-kepala daerah yang memberikan ijin alih fungsi harus kuat termasuk juga alih fungsi hutan dan sebagainya. Ini mendorong kami, itu harus dilakukan sehingga betul-betul efektif harus kita capai ketahanan pangan yang berkelanjutan, food estate dan sebagainya, dan bisa lebih berdampak positif kedepan.

 

Hati-hati bermain di food estate, dia punya posisi strategis dan akan banyak pihak. Kalau kita hanya menganggap food estate hanya sekedar pencitraan, itu sangat jauh dari harapan kita, tetapi jika niat kita bagus dan berpartisipasi untuk mendorong, ini sukses. Itu sesutau yang baik. Tapi iangat, jangan sekali-kali proyek food estate ini menjadi mainan oleh politisi.

 

Food estate, kita harus dorong agar bisa sukses walaupun membutuhkan suatu proses waktu yang panjang karena setidaknya food estate ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produksi pangan kita dan menjawab tantangan yang kita hadapi dalam degradasi lahan alih fungsi lahan untuk pangan. Kedua, kita tentu memberikan fokus pada food estate ini pada komunditi yang strategis agar kita tidak bekerja carut marut di lapangan dan tentu food estate ini kita bisa berikan kategori yang skala besar dan modern, ini yang sedang dipacu oleh pemerintah dan mungkin juga skala koperasi dari kelompok-kelompok tani.

 

Itu kita mantapkan dan matangkan, tentu kita harus berikan dukungan apakah itu dukungan infrastruktur, pembiayaan, teknologi dan aturan-aturan yang tepat sesuai dengan kearifan lokal yang kita inginkan. Dan tentu pada ujungnya kita harapkan keberpihakan pada petani, yaitu bagaimana muncul aturan yang memberikan nilai tambah bagi petani, dan terus juga memahami petani adalah kelompok yang harus dibantu maka peran-peran negoisasi yang harus dilakukan yang harus selalu berpihak dan menguntungkan pada petani.

 

Dan yang penting adalah harus ada terobosan bahwa petani adalah pebisnis yang harus diberikan fasilitas tertentu untuk meningkatkan usaha-usahannya. Jadi tidak lagi melihat petani hanya sebagai pekerja keras, hanya mendapat bantuan, tapi petani lebih pada pebisnis. Jadi bisnisnya harus dikelola dengan baik. Dan yang terakhir, mungkin saya melihat bahwa untuk meningkatkan produksi atau pendekatan teknologi yang tadik diharapkan, itu untuk memacu. Saya pikir, mungkin ada tapi tidak semuanya merata.

Share